Lonjakan Harga Plastik Capai 50 Persen, Industri Dalam Negeri Tertekan

Lonjakan Harga Plastik Capai 50 Persen, Industri Dalam Negeri Tertekan

JAKARTA, Jpnnewss.com — Industri plastik nasional tengah menghadapi tekanan serius menyusul lonjakan harga produk plastik yang mencapai hingga 50 persen dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku global akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi minyak dunia.

Ketergantungan industri plastik Indonesia terhadap impor bahan baku, seperti nafta dan resin dari Timur Tengah, disebut mencapai 60 hingga 70 persen. Gangguan distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz turut memengaruhi operasional kilang minyak global, sehingga pasokan bahan baku menjadi terbatas.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, mengungkapkan bahwa saat ini industri berada dalam kondisi bertahan. “Gangguan produksi dan distribusi ini membuat stok menipis. Saat ini, bagi industri, masalah harga sudah nomor sekian; yang paling penting adalah ketersediaan barang di pasar terlebih dahulu,” ujarnya, Senin (6/4).

Dampak kenaikan harga juga dirasakan di tingkat pedagang dan konsumen. Harga plastik berbahan murni dilaporkan melonjak dari Rp35.000 menjadi Rp56.000 per kilogram. Sementara itu, harga kantong plastik eceran naik rata-rata dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per pak.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terjadinya inflasi dorongan biaya (cost-push inflation), di mana kenaikan harga bahan baku memaksa produsen menaikkan harga jual atau mengurangi margin keuntungan secara signifikan.

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling terdampak. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengakui telah menerima banyak keluhan dari pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner dan perdagangan pasar.

Pelaku UMKM dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau mempertahankan pelanggan. Di sisi lain, biaya pengemasan yang terus meningkat turut menggerus modal usaha.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mulai mendorong penggunaan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti berbahan kertas atau serat alami. Namun, peralihan ini dinilai membutuhkan waktu serta tambahan biaya yang tidak sedikit bagi pelaku usaha.

Sumber : Infokutawaluya

(JPNN)

Olahraga

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi

KARAWANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Meski

Advertisement