Tokoh Sunda Belum Diakui, Aktivis Karawang Kritik Penetapan Pahlawan Nasional

Tokoh Sunda Belum Diakui, Aktivis Karawang Kritik Penetapan Pahlawan Nasional

Jpnnewss.com Penetapan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 kembali memicu kritik dari kalangan pegiat budaya di Jawa Barat. Kang Cucu, aktivis budaya sekaligus pemerhati sejarah asal Karawang, menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih minimnya tokoh Sunda yang mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. Selasa (11/11/2025)

Menurutnya, sejumlah figur berpengaruh dalam pembangunan peradaban, pendidikan, hingga gerakan perempuan di Jawa Barat selama ini belum tersentuh pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam keterangan persnya, Kang Cucu mengapresiasi penganugerahan gelar kepada para tokoh nasional yang baru ditetapkan. Namun, ia menilai pemerintah masih memprioritaskan tokoh dengan rekam jejak perjuangan fisik dan militer, dibandingkan mereka yang berkontribusi besar di bidang intelektual dan kultural.

“Kami mengapresiasi setiap pahlawan baru. Namun sampai kapan mata negara ini tertutup untuk melihat jasa emas para pelopor intelektual dan budaya dari Tatar Pasundan?” tegasnya.

Ia menambahkan, peran tokoh Sunda dalam membangun kesadaran pendidikan, literasi, dan gerakan perempuan telah memberikan dampak besar bagi bangsa.

Kang Cucu menyoroti beberapa tokoh yang dinilai layak memperoleh status Pahlawan Nasional karena kontribusi historisnya berskala nasional, di antaranya:

1. Inggit Garnasih

Disebut sebagai figur penting yang menopang moral dan finansial Bung Karno selama pengasingan.

“Tanpa Inggit, mungkin Bung Karno tidak sekuat itu. Penundaan pengakuan terhadap ‘Ibu Bangsa’ ini mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap peran perempuan Sunda dalam pusaran kemerdekaan.”

2. Raden Ayu Lasminingrat (Garut)

Pelopor pendidikan wanita melalui Sakola Kautamaan Istri, yang berjasa dalam memajukan kesetaraan dan martabat perempuan pribumi.

3. R.H. Moehamad Moesa (Garut)

Dikenal sebagai Bapak Sastra Sunda Modern. Karyanya menjadi sarana pendidikan moral dan pengetahuan masyarakat di masa kolonial.

Kang Cucu mendesak Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) untuk meninjau ulang usulan dari Jawa Barat secara lebih objektif.

“Jangan biarkan generasi muda Sunda merasa bahwa jasa leluhurnya tidak berarti di mata negara. Kontribusi tokoh-tokoh ini bukan sekadar perjuangan lokal, tetapi bagian dari narasi kebangsaan.”

Ia berharap, pada penetapan tahun berikutnya ada keadilan historis bagi tokoh perintis dari Tatar Pasundan, khususnya mereka yang berkiprah dalam pendidikan, kesenian, literasi, gerakan perempuan, dan kebudayaan.

(Red)


Olahraga

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi

KARAWANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Meski

Advertisement