Balita Tewas Penuh Luka, Polisi Naikkan Status Kasus ke Penyidikan

Balita Tewas Penuh Luka, Polisi Naikkan Status Kasus ke Penyidikan

KARAWANG, Jpnnewss.com – Kepolisian Resor Karawang resmi meningkatkan penanganan kasus kematian balita laki-laki berinisial AL (1,5) di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, ke tahap penyidikan. Langkah ini diambil setelah ditemukannya sejumlah kejanggalan, termasuk dugaan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.


Peningkatan status perkara tersebut menjadi titik awal pengungkapan lebih lanjut, sekaligus menandai keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut penyebab pasti kematian balita tersebut.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyatakan, peningkatan status tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang mengarah pada dugaan penganiayaan.

“Kami sudah meningkatkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan. Ibu kandung korban juga telah dimintai keterangan,” ujar IPDA Cep Wildan, Senin (20/4/2026).

Polisi terus mendalami kasus ini dengan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi guna memperkuat alat bukti dan mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

Selain itu, penyidik tengah mempersiapkan langkah ekshumasi atau pembongkaran makam korban. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian melalui pemeriksaan forensik lebih mendalam.

“Langkah ekshumasi sedang kami siapkan untuk memastikan penyebab kematian korban,” tambahnya.

Peristiwa ini bermula saat keluarga menerima kabar dari ibu kandung korban untuk datang ke sebuah klinik. Saat tiba, korban dalam kondisi kritis dan kemudian dirujuk ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat adanya sejumlah luka pada tubuh korban, seperti memar di bagian dahi dan rahang, bekas gigitan, serta lebam di bagian dada dan paha. Luka-luka tersebut dinilai tidak wajar dan mengarah pada dugaan kekerasan.

Kuasa hukum keluarga korban dari LBH, Ridwan Alamsyah, menyebut kliennya melaporkan kejadian ini karena kematian anaknya dianggap janggal. Ia mengungkapkan, korban sebelumnya dalam kondisi sehat sebelum dibawa oleh seseorang yang merupakan pasangan ibu korban.

“Anak berangkat dalam kondisi sehat, namun beberapa jam kemudian dikabarkan kritis dan akhirnya meninggal dunia. Saat diperiksa, ditemukan sejumlah luka lebam yang patut diduga akibat kekerasan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya pernyataan dari pihak rumah sakit yang menyebut korban diduga mengalami keracunan. Namun, menurutnya, tidak ada penjelasan rinci mengenai jenis keracunan yang dimaksud.

“Jika memang keracunan, harus dijelaskan keracunan apa, apakah dari obat atau zat tertentu. Ini penting untuk memperjelas penyebab kematian,” tegasnya.

Pihaknya menduga kemungkinan adanya unsur kekerasan yang disertai pemberian zat tertentu hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Selain itu, ia juga menyinggung adanya dugaan upaya menghambat proses pelaporan oleh pihak lain.

Dalam perkara ini, diketahui terdapat dua laporan yang masuk, yakni dari ibu kandung korban dan dari pihak mantan suami. Kuasa hukum menilai ada indikasi informasi yang tidak disampaikan secara utuh dalam laporan lain tersebut.

Terkait rencana ekshumasi, pihak keluarga berharap proses tersebut dapat difasilitasi oleh negara. Pasalnya, keluarga mengaku keberatan jika harus menanggung biaya yang disebut mencapai Rp5 juta.

“Karena ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana, seharusnya negara hadir untuk membiayai proses ekshumasi, bukan dibebankan kepada keluarga,” katanya.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus guna mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Olahraga

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi

KARAWANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Meski

Advertisement