Jpnnewsa.com - Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi yang menjeratnya tidak berkaitan dengan institusi partai maupun individu tertentu di struktur PDI Perjuangan. Klarifikasi ini disampaikan usai menjalani sidang lanjutan kasus suap ijon proyek Pemkab Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/4/2026).
Ade mengklarifikasi aliran dana senilai Rp150 juta dan Rp170 juta yang sebelumnya disebut mengalir untuk kegiatan partai. Ia menyatakan pemberian tersebut murni bentuk gotong royong kader untuk mendukung operasional organisasi, bukan atas instruksi pihak tertentu.
"Saya sampaikan bahwa kasus saya ini tidak ada kaitannya dengan partai sama sekali. Apalagi terkait masalah kadernya, yaitu personal Ketua Ono (Ono Surono) maupun orang-orang lain," ujar Ade Kuswara Kunang kepada wartawan.
Murni Gotong Royong Kader
Ade menjelaskan bahwa posisinya sebagai bupati sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi membuatnya merasa bertanggung jawab untuk membantu kegiatan partai, seperti Konperda dan Konpercab. Ia membantah adanya keterlibatan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, dalam aliran dana tersebut.
Menurutnya, uang tersebut diserahkan melalui panitia acara, bukan langsung kepada pimpinan DPD. Ia menduga ada misinterpretasi saat dirinya memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tingkat penyidikan.
"Saya membantu DPD, ya mungkin wajar. Saya titipkan dengan Asep. Mungkin Asep itu menitipkan kepada panitia, bukan Ketua Ono," tegasnya.
Jelaskan Hubungan dengan Ono Surono
Dalam kesempatan tersebut, Ade juga mengklarifikasi terkait ucapan selamat "Gubernur" yang pernah ia sampaikan kepada Ono Surono. Ia menyebut pernyataan tersebut hanyalah bentuk penghormatan personal kepada sosok yang dianggapnya sebagai orang tua dan guru dalam dunia birokrasi serta politik.
"Pak Ono secara personal adalah orang tua saya, guru politik saya juga, guru birokrasi saya," kata Ade.
Ade Kuswara Kunang berharap fakta-fakta yang muncul di persidangan dapat memperjelas duduk perkara yang sebenarnya. Ia menegaskan kembali bahwa segala tindakannya terkait bantuan dana kegiatan partai adalah inisiatif pribadi sebagai kader yang memegang jabatan publik.
Di akhir pernyataannya, Ade menyampaikan pesan semangat bagi rekan-rekan sejawatnya di partai. "Salam perjuangan untuk membuat Jabar Istimewa itu lanjutkan," pungkasnya
(JPNN)















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!