Karawang, Jpnnewss.com – Berbagai persoalan mulai dari pendidikan hingga infrastruktur mencuat dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., di RT 001/RW 002, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Sabtu (11/4/2026) sore.
Kegiatan yang dihadiri unsur aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, Karang Taruna Desa Wadas, serta perwakilan organisasi kepemudaan seperti GMPI Telukjambe Timur itu menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dalam dialog tersebut, masyarakat paling banyak mengeluhkan sulitnya akses pendidikan bagi anak-anak mereka, khususnya untuk masuk ke jenjang SMP dan SMA akibat terbentur sistem zonasi. Warga juga mengusulkan agar kawasan Kampung Budaya dapat dimanfaatkan menjadi sekolah SMP atau SMK guna menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
Selain persoalan pendidikan, isu infrastruktur turut menjadi sorotan. Warga mempertanyakan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Wadas dengan Ciherang yang hingga kini belum terealisasi, meski sebelumnya direncanakan pada tahun ini.
“Sudah hampir tiga bulan belum ada alokasi untuk pembangunan jembatan tersebut,” ungkap salah satu warga.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya seperti penyediaan air bersih dan perbaikan drainase yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Pipik Taufik Ismail menyebut kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran di tingkat provinsi.
“Hari ini saya bersilaturahmi. Di Desa Wadas ini banyak aspirasi dari berbagai kalangan yang ingin disampaikan, dan akan saya perjuangkan agar bisa masuk dalam penganggaran provinsi tahun depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DPRD Jawa Barat diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai usulan masyarakat secara bertahap, sehingga kebutuhan dasar warga Desa Wadas dapat segera terpenuhi melalui program pembangunan daerah.
(Ikbal)















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!